Seorang Muslim Harus Mengetahui Perbedaan Aqiqah Dan Qurban

Sebelum kita menemukan perbedaan antara aqiqah dan qurban, Mari kita simak dulu PERSAMAAN-nya. Kedua praktik tersebut adalah SUNNAH MUAQADDAH. Sunnah Muaqaddah berarti sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wa salam. Beberapa ulama mengatakan ini hampir wajib. Sementara itu, jika anda mencari layanan aqiqah yang bagus, anda juga bisa mencoba Paket Aqiqah Purwakarta terbaik dengan harga terjangkau.

Ibadah ini melibatkan penyembelihan hewan seperti kambing, domba, sapi, unta dan sebagainya. Proses penyembelihan harus mengikuti cara penyembelihan Islam yaitu memotong tenggorokan hewan dan membiarkan darah mengalir keluar dari hewan sampai mati. Darah yang mengalir keluar juga akan mengandung unsur-unsur kotor yang perlu dikeluarkan dari hewan untuk membuatnya halal untuk dikonsumsi.

Sunnah dapat dilakukan untuk anak-anak dan orang dewasa. Aqiqah dapat dilakukan untuk orang dewasa yang belum melakukannya sebelumnya. Jika keluarga tidak mampu melakukan Aqiqah, ibadah ini bisa ditunda. Orang ini dapat memiliki pilihan untuk melakukan Aqiqah untuk dirinya sendiri ketika dia beralih ke orang dewasa. Waktu lain yang diberkati bagi orang tersebut untuk melakukan Aqiqah adalah selama periode Qurban. Adapun untuk anak-anak, orang tua tidak perlu menunggu anak beranjak ke pubertas untuk melakukan Qurban. Orang tua dapat melakukan Qurban untuk anak-anak mereka.

Sekarang mari kita lihat PERBEDAAN kedua ibadah tersebut:

Aqiqah hanya dilakukan SEKALI DALAM SEUMUR HIDUP. Sedangkan sebagai Qurban dapat dilakukan secara tahunan.

Ibnu Umar menceritakan: ‘Ketika Nabi Salallahu ‘alaihi wa salam berhijrah ke Madinah Munawarrah, selama 10 tahun ia melakukan Qurbani setiap tahun. (Hadits Riwayat Tirmidzi.)

Ada periode waktu untuk Qurban – 10, 11, 12 dan 13 Zulhijjah dari Kalender Hijriah yang juga dikenal sebagai Hari Tashrik. Pada tanggal 10 Zulhijjah (Idul Adha), Qurban hanya dapat dilakukan setelah selesainya sholat Ied. Semua penyembelihan harus diakhiri pada Zulhijjah ke-13 pada waktu Maghrib.

Aqiqah dapat dilakukan sepanjang tahun. Sunnah dan praktik umum yang dianjurkan oleh Nabi kita adalah pada hari ke 7, 14 dan 21 hari setelah seorang anak lahir.

Daging Aqiqah perlu dimasak sebelum didistribusikan. Entah Anda memasak sendiri atau Anda dapat menugaskan seseorang untuk memasak untuk Anda. Sementara itu daging Qurban bisa didistribusikan dalam keadaan mentah.