Masjid Al-Aqsa Dari Zaman Nabi Adam (AS) Sampai Nabi Muhammad Sallalahu ‘Alaihi Wa Salam

Al-Masjid Al Aqsa yaitu kiblat pertama dalam Islam dan telah menjadi tempat ibadah yang signifikan dan penting bagi para Nabi Islam. Dibangun 40 tahun sesudah Al Mesjid Al Haram di Mekah. Ada perbedaan pendapat di antara para ulama perihal siapa yang sesungguhnya membangun Al Masjid Al Aqsa, dengan sebagian ulama dan sejarawan menegaskan pandangan bahwa Al Mesjid Al Aqsa dibangun oleh Nabi Adam AS, dan yang lain beranggapan bahwa itu dibangun oleh Nabi Ibrahim AS. Masjud itu juga telah dibangun kembali, direnovasi, dan diperluas berkali-kali dalam sejarah Islam. Selain itu, anda bisa coba Tour Aqsa Jakarta kalau anda berharap berkunjung ke mesjid ini.

This image has an empty alt attribute; its file name is 14Tour-Aqsa-Surabaya.jpg

Mesjid itu adalah tempat ibadah yang tenar pada zaman Nabi Ibrahim AS, dan untuk putranya Nabi Ishaq (as), dan cucunya Nabi Yaqub (as). Ketika putra Nabi Yaqub dan Nabi Yusuf (as) mencapai posisi berkuasa di Mesir, dia minta keluarganya untuk bergabung dengannya dan membebaskan diri dari kemiskinan yang melanda Palestina. Sumber-sumber beragam kitab mengklaim ini termasuk ayahnya, Nabi Yaqub (as), dan saudara kandung Nabi Yusuf dan si kecil-buah hati mereka, dan semuanya ada 33 (Allahu Aalam).

Orang Israel yang secara sukarela beremigrasi ke Mesir mencari kehidupan materi yang lebih baik tetap di sana selama sekitar empat abad dan mereka bahkan menjadi budak orang Mesir. Perbudakan ini hanya berakhir saat Nabi Musa AS membebaskan mereka dari Firaoun di bawah instruksi Allah. Melainkan, orang Israel menolak instruksi Allah.

Nabi Daoud (as) mendirikan kerajaannya di komponen Palestina dan menguasai Yerusalem. Putranya Nabi Sulaiman (as) membangun kembali Al Mesjid Al Aqsa dengan bantuan penduduk absah setempat, dan di sebelahnya dia membangun istana penguasa. Setelah kematian Nabi Sulaiman, kedua putranya membagi kerajaannya di antara mereka sendiri dengan masing-masing memiliki modal sendiri. Kerajaan-kerajaan ini ada untuk periode yang sungguh-sungguh singkat, sekitar dua ratus tahun, dengan raja terakhir Yerusalem dikala dinasti ini dilengserkan pada tahun 586/587 SM oleh Babilonia.

Pada tahun 315-325 M, saat Kaisar Romawi Konstantinus memeluk agama Kristen, orang-orang Romawi dan orang-orang yang tinggal di tanah mereka (termasuk orang-orang Yahudi) tak lagi memedulikan Al Masjid Al Aqsa, dan warga menjadikannya tempat pembuangan sampah pada masa itu. Beginilah Al Masjid Al Aqsa bertahan selama sebagian ratus tahun ke depan, hingga Nabi Muhammad SAW menghidupkan kembali spiritualitas tempat yang diberkati ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *